Staf AFF Menghadiri Annual Meeting ESHRE 2012 di Istanbul Turki

1-4 Juli 2012. Dalam rangka update teknologi dalam bidang teknologi reproduksi berbantu (Assisted Reproductive Technology, ART), salah satu staf Departemen Anatomi Fisiologi dan Farmakologi FKH IPB, yaitu Prof. Dr. Arief Boediono, PhD, PAVet(K) berkesempatan menghadiri 28th Annual Meeting European Society of Human Reproduction and Embryology (ESHRE), yang diadakan di Istanbul, Turki. Prof. Arief juga berkesempatan untuk mengikuti salah satu Pre-Congress dengan tema ‘Culture media: the best environment for gametes and embryos ’. Kegiatan ini merupakan salah satu pertemuan ilmiah tahunan terbesar dalam bidang reproduksi dan embriologi, dimana pada pertemuan tersebut semua peserta mengharapkan mendapatkan informasi terkini dalam bidang tersebut.

Beberapa informasi penting yang disampaikan pada ESHRE-2012 adalah:
– Keputusan untuk melakukan transfer dengan hanya satu embrio terpilih (single embryo transfer, SET) merupakan keputusan yang lebih baik dalam upaya mendapatkan bayi yang sehat (healthy baby). SET dapat mengurangi resiko kematian sebelum lahir (perinatal mortality), serta kehamilan kembar dua atau tiga sehingga sering mengakibatkan kelahiran prematur. Kondisi ini perlu disampaikan kepada pasangan suami istri (pasutri) yang menginginkan punya anak melalui program ‘bayi tabung’, karena beberapa pasutri di Indonesia masih lebih senang ‘buy one get two’ alias mendapatkan kembar dengan sekali mengikuti program bayi tabung.
– Teknologi kriopreservasi (pembekuan) embrio dengan metode vitrifikasi memberikan angka keberhasilan program bayi tabung lebih baik daripada transfer embrio segar. Terbukti bahwa viabilitas embrio setelah vitrifikasi mencapai diatas 90%, maka keberhasilan setelah transfer menjadi lebih baik karena istri menerima embrio pada kondisi natural (tidak mengalami stimulasi hormon seperti pada program transfer embrio segar).
– Tenologi intracytoplasmic morphologically sperm injection (IMSI) merupakan teknologi advance dalam memilih sperma pada program ICSI. Teknologi IMSI memungkinkan visualisasi sperma dengan pembesaran 6000 kali sehingga pemilihan sperma secara morfologi dapat dilakukan lebih baik.
– Dilaporkan bahwa sejak pertama kali dilahirkan bayi tabung pertama di dunia bernama Lousie Brown (Juli 1978) sampai tahun 2012 telah lahir sekitar 5 juta bayi hasil IVF dan ICSI melalui program ‘bayi tabung’.
– Dan beberapa informasi terkini lainnya. Bila diperlukan Prof Arief berkenan memberikan file abstract dari kegiatan tersebut.

Semoga kegiatan dan informasi tersebut dapat membuka wawasan dan meningkatkan keberhasilan dalam pelayanan program bayi tabung di Indonesia.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *