,

Serbuk Effervescent sebagai Sumber CO2 pada Inkubator Portable untuk Kultur Embrio In Vitro

2013_04_26_Seminar_Skripsi_Geri

Serbuk effervescent yang terbuat dari kombinasi natrium bikarbonat dan asam sitrat mampu bereaksi menghasilkan kadar CO2 5 % pada incubator portable yang termodifikasi. Hasil uji in vitro, perkembangan embrio mencit tahap 2 sel pada incubator portable ini menunjukkan perkembangan mencapai tahap blastosis hatched tidak berbeda dengan kontrol menggunakan incubator CO2 standar. Hasil ini memungkinkan pengembangan incubator portable untuk keperluan lapang, demikian diungkapkan oleh M. Mirsageri pada seminar skripsi di Departemen AFF pada Jumat (26/4).

Penyaji menyampaikan makalah seminar dengan judul “Perkembangan Embrio Mencit (Mus musculus albinus) pada Inkubator CO2 Termodifikasi” di bawah bimbingan Prof Drh Arief Boediono, PhD, PAVet(K) guru besar dari Departemen AFF dan Rudi Heryanto, SSi, MSi dosen dari Departemen Kimia IPB.

Penelitian dilatarbelakangi oleh kesulitan ketika embrio hasil kultur in vitro atau pada saat embrio transfer membutuhkan inkubator yang dapat dibawa ke lapang. Selain itu, kebutuhan laboratorium-laboratorium di daerah yang tidak memiliki fasilitas inkubator CO2 (yang relative mahal) untuk dapat melakukan kultur embrio in vitro sendiri, maka inkubator portable yang akan terus dikembangkan ini dapat menjadi salah satu solusinya.

Berangkat dari latar belakang tersebut, penyaji menyampaikan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam dua tahap. Pertama mencari serbuk effervescent yang mampu mengahsilkan kadar CO2 5%, serta kedua melakukan uji serbuk effervescent tersebut di inkubator portable termodifikasi untuk kultur embrio mencit in vitro.

Pada penelitian tahap pertama, penyaji berhasil mendapatkan kombinasi dari natrium bikarbonat dengan asam sitrat yang dapat menghasilkan kadar CO2 5%. Pemilihan natrium bikarbonat maupun asam sitrat dikarenakan kedua bahan tersebut mudah didapatkan, tidak bersifat toksik, serta tidak bersifat korosif bagi inkubator yang digunakan. Kadar CO2 diukur pada berbagai konsentrasi natrium bikarbonat dan asam sitrat menggunakan metode titrasi dan menggunakan alat digital analyzer.

Hasil uji kultur embrio mencit tahap 2 sel menunjukkan 73,78 – 94,05 % embrio yang dikultur di inkubator termodifikasi mampu mencapai tahap blastosis dan 33,63 – 50,40 % embrio berhasil hatching keluar dari selubung zona pelusida, tidak berbeda dibandingkan dengan kontrol embrio yang dikultur di inkubator CO2 standar. Hasil ini membuka peluang bagi pengembangan inkubator CO2 portable yang mudah, murah dan praktis untuk keperluan kultur embrio di laboratorium di daerah yang tidak memiliki fasilitas inkubator CO2 standar maupun untuk kebutuhan di lapang. [Anto]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *