Magang ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) Dosen UNAIR di Departemen AFF IPBMagang ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) Dosen UNAIR di Departemen AFF IPB

Dr. drh. Widjiati, M.Si, staf Laboratorium Embriologi FKH Universitas Airlangga Surabaya, sedang magang teknologi ICSI (Intracytoplasmic Sperm Injection) di Laboratorium Embriologi, Departemen AFF, FKH IPB mulai tanggal 11-22 Juli 2011.

Magang dilaksanakan dibawah bimbingan Prof. drh. Arief Boediono, Ph.D, PAVet.(K) dan tim dengan materi-materi meliputi: Pengenalan instrumentasi ICSI; Preparasi media sistem kultur; Preparasi sperma meliputi koleksi, evaluasi, dan kriopreservasi; Preparasi oosit meliputi stimulasi, koleksi dan kultur; Teknik ICSI; Evaluasi perkembangan oosit hasil ICSI dan embrio

ICSI merupakan suatu teknologi fertilisasi mikro dimana pembuahan sel telur dilakukan dengan menyuntikkan sperma tunggal langsung ke dalam sitoplasma sel telur. Dengan melakukan aktivasi secara artifisial dan di kultur di cawan petri di dalam inkubator CO2 maka oosit akan berkembang menjadi embrio. Teknik ini dilakukan jika program bayi tabung menggunakan fertilisasi konvensional sudah tidak memungkinkan, misalnya jumlah sperma yang sangat sedikit. Bahkan ICSI bisa dilakukan dengan menggunakan sperma yang belum matang (spermatid) yang langsung dibiopsi dari jaringan testis.

Dr. Widjiati yang merupakan pakar di bidang embriologi hewan ingin memperdalam dan mengembangkan skill di bidang ICSI. Keinginan tersebut karena adanya permintaan atau kebutuhan SDM (embryologist) dari klinik bayi tabung di Surabaya. Teknologi fertilisasi mikro dilakukan pada hewan coba mencit (Mus musculus) sebagai model sebelum melakukannya pada manusia.

Magang serupa juga pernah diselenggarakan oleh Laboratorium Embriologi FKH IPB dengan peserta dari berbagai instansi seperti fakultas kedokteran, rumah sakit dan klinik fertilitas negeri maupun swasta. Laboratorium Embriologi FKH IPB merupakan satu-satunya laboratorium di fakultas kedokteran hewan di Indonesia yang secara rutin telah melakukan ICSI pada hewan model sejak tahun 2002.

Peluang Kerja di Klinik Bayi Tabung Manusia

Ini merupakan suatu peluang. Menurut Prof Arief, selama ia berkecimpung di program bayi tabung manusia di beberapa klinik fertilitas, ternyata kebutuhan akan seorang embryologist masih sangat tinggi di Indonesia. Embryologist yang diperlukan akan bertanggung jawab terhadap proses fertilisasi dan perkembangan embrio in vitro. Sebanyak lebih kurang delapan orang alumni FKH IPB yang dulunya melakukan penelitian di Laboratorium Embriologi Departemen AFF telah berkarir sebagai embryologist di berbagai klinik fertilitas, seperti: Klinik Morula IVF Jakarta, Klinik Yasmin Kencana RSCM, Klinik Infertilitas & Bayi Tabung Melati RS Harapan Kita, Klinik Infertilitas RS Melinda Bandung dan Fertility Centre Siloam Hospital Jakarta.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *