Kekhasan Morfologi Saluran Pencernaan Bandikut, Hewan Marsupial Endemik Papua

Foto bersama staf PS APH dan asesor BAN PT usai acara penutupan visitasi akreditasi

Saluran pencernaan bandikut serupa dengan kelompok marsupial omnivora lain seperti bandikut moncong pendek (Isodon macrourus) dan opossum (Didelphis virginiana), yaitu memiliki saluran pencernaan yang relatif pendek namun memiliki usus besar yang relatif berkembang. Demikian salah satu temuan yang diungkapkan oleh Ursula Paulawati Maker dalam seminar tesis S2 (4/1) pada PS Anatomi dan Perkembangan Hewan SPs IPB.

Penelitian dengan judul “Morfologi saluran pencernaan bandikut Echymipera kalubu (Marsupilia:Peroryctidae) dilakukan dibawah komisi pembimbing Dr. Drh. Chairun Nisa’, M.Si, PAVet selaku ketua dan Dr. Drh. Srihadi Agungpriyono, PAVet (K) selaku anggota.

Bandikut (Echymipera kalubu) adalah salah satu spesies mamalia berkantung, nokturnal, soliter, serta pemakan beberapa jenis insekta, invertebrata, vertebrata kecil, dan bagian tanaman (omnivora). Hewan ini merupakan endemik Papua dan memiliki keunikan pada plasenta korioalantois serta keberadaan kloaka.
Bandikut diburu di alam tanpa mempertimbangkan kelestariannya untuk dikonsumsi sebagai sumber protein dan obat. Untuk itu diperlukan suatu upaya penangkaran ataupun konservasi agar bandikut dapat tetap dimanfaatakan dan terus lestari.

Pakan alami bandikut yang paling disukai berupa pisang, cacing, dan belalang. Hal ini diteguhkan melalui penelitian ini dengan ditemukannya sisa-sisa pakan di lambung dan rektum berupa bagian-bagian tubuh dari belalang, semut, dan rayap.

Hal penting yang merupakan temuan terbaru yang belum pernah dilaporkan sebelumnya ialah kelenjar esofagus yang ditemukan sangat banyak di bagian kranial dan berkurang ke arah kaudal, serupa dengan pada babi tetapi berbeda dibandingkan dengan hewan lainnya (kuda, kambing, domba, kucing, kelelawar dan musang luak). Keberadaan mukopolisakarida bersifat netral dan asam yang dihasilkan mulai dari esofagus hingga rektum mengindikasikan bahwa mukopolisakarida diduga sebagai proteksi terhadap parasit patogen yang terbawa bersama pakan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *