Suplementasi Serat Pangan dapat Menurunkan Kolesterol Darah

August 3, 2012
By admin

31 Juli 2012. “Suplementasi serat pangan berupa agar, karagenan, dan bekatul di dalam diet hiperkolesterolemik dapat menurunkan konsentrasi kolesterol total serum, trigliserida, LDL dan sebaliknya meningkatkan HDL pada mencit percobaan”, demikian salah satu simpulan yang disampaikan oleh Hernawati pada Ujian Terbuka Doktor pada PS Ilmu-Ilmu Faal dan Khasiat Obat, Sekolah Pascasarjana IPB.

Hernawati mempertahankan disertasi yang berjudul,”Peran berbagai sumber serat pangan pada perbaikan profil lipid darah mencit hiperkolesterolemia”, di bawah komisi pembimbing, Prof Wasmen Manalu sebagai ketua, Prof Agik Suprayogi dan Prof Dewi Apriastuti sebagai anggota. Hadir pula pada ujian terbuka penguji dari luar komisi pembimbing, yakni: Prof Ali Khomsan (Departemen Gizi Masyarakat IPB), dan Prof Budi Haryanto (Puslitbang Peternakan Kementan), Ketua PS IFO Dr Nastiti Kusumorini, dan Dekan FKH Dr Srihadi Agungpriyono yang bertindak memimpin Ujian Terbuka mewakili Rektor IPB.

Dalam pemaparannya, promovenda menyampaikan bahwa serat pangan (dietary fiber) sangat bermanfaat bagi penderita kolesterolemia karena dapat menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama, menghambat penyerapan lemak dalam saluran pencernaan, serta mampu menarik asam empedu ke dalam saluran pencernaan yang pada akhirnya menurunkan kadar kolesterol darah yang dibuang melalui feces.

Pada saat diskusi terungkap beberapa kelebihan bekatul sebagai salah satu sumber serat pangan. Selain memiliki asam lemak tidak jenuh, bekatul memiliki serat terlarut yang tinggi, fraksi minyaknya mengandung antioksidan, serta memiliki efek rasa kenyang yang lebih lama, sehingga cocok sebagai diet penderita hiperkolesterolemia. Telah dibuktikan bahwa bersama-sama dengan agar dan karagenan (berasal dari rumput laut), bekatul dapat menurunkan kadar kolesterol dalam jaringan hati dan meningkatkan pembuangan kolesterol melalui feces (tinja).
Serat pangan yang diteliti mampu menurunkan konsentrasi kolesterol serum, trigliserida, dan LDL sama efektifnya dengan obat-obatan komersial tetapi dengan mekanisme yang berbeda. Obat komersial menurunkan kadar kolesterol melalui mekanisme endogen, yaitu menghambat kerja enzimatik sintesa kolesterol di jaringan hati; sebaliknya serat pangan lebih bekerja dengan mekanisme eksogen, yaitu lebih banyak melalui pengeluaran kolesterol melalui feces.

Dalam diskusi juga disampaikan sejumlah saran untuk masyarakat luas, agar bekatul dan serat pangan yang lain lebih disosialisasikan didalam berbagai jenis makanan dan produk olahan, sehingga dapat lebih banyak dikonsumsi sebagai tindakan preventif. Hal ini lebih tentu lebih baik daripada tindakan kuratif, pengobatan penyakit hiperkolesterolemia menggunakan obat kimiawi…

Tags: , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*